Calcifar: Manfaat, Dosis, Efek Samping

calcifar-doktersehat

DokterSehat.Com – Calcifar obat apa? Calcifar adalah suplemen dengan kandungan kalsium. Obat ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan mencegah serta mengatasi berbagai penyakit yang mungkin terjadi akibat tubuh kekurangan kalsium.

Ketahui selengkapnya tentang Calcifar mulai dari manfaat, efek samping, dosis, petunjuk penggunaan, dan lainnya melalui artikel ini!

Rangkuman Informasi Obat Calcifar

Nama ObatCalcifar
Kandungan ObatKalsium
Kelas ObatSuplemen
KategoriObat bebas
Manfaat ObatSuplemen kalsium untuk memelihara tulang dan gigi
KontraindikasiHipersensitif, hiperkalsemia
Sediaan ObatKaplet kunyah

Kandungan Calcifar

Kandungan Calcifar adalah kalsium sebanyak 500 mg dalam setiap kapletnya. Kalsium adalah salah satu mineral yang paling dibutuhkan oleh tubuh. Kalsium memiliki peran penting dalam pembentukan tulang dan gigi.

Selain fungsi tersebut, kalsium juga memiliki peran dalam membantu proses pembekuan darah, kontraksi otot, hingga transmisi sinyal pada sel saraf. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan hipokalsemia dan kondisi lain seperti osteoporosis.

Kalsium disimpan dalam tulang sebagai cadangan dan dapat dilepaskan ketika tubuh membutuhkan. Namun konsentrasi kalsium akan menurun seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Pada wanita, penyerapan kalsium juga menurun seiring bertambahnya usia karena penurunan kadar estrogen.

Manfaat Calcifar

Secara umum, manfaat obat Calcifar kapsul adalah untuk memenuhi kebutuhan kalsium yang tidak terpenuhi dari konsumsi makanan. Berikut adalah beberapa kondisi yang biasa diatasi dengan Calcifar:

  • Mengatasi kekurangan kalsium
  • Osteoporosis
  • Osteomalacia
  • Hipoparatiroidisme
  • Penyakit otot tertentu yang disebabkan kadar kalsium rendah
  • Memenuhi kebutuhan kalsium wanita hamil
  • Memenuhi kebutuhan kalsium wanita menyusui
  • Memenuhi kebutuhan kalsium wanita pasca menopause
  • Memenuhi kebutuhan kalsium pada pasien yang kekurangan kalsium akibat pengaruh obat tertentu.

Dosis Calcifar

Calcifar tersedia dalam bentuk kaplet dengan kandungan 500 mg kalsium dalam setiap kapletnya. Berikut adalah dosis Calcifar yang disarankan:

  • Dewasa: 1 kaplet, diberikan 3 kali sehari.
  • Anak-anak: 1 kaplet, diberikan 2 kali sehari.

Dosis di atas adalah dosis yang umum diberikan. Dosis dapat berganti bergantung pada kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker.

Petunjuk Penggunaan Calcifar

Penggunaan suplemen Calcifar sebaiknya digunakan sesuai dengan aturannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan Calcifar:

  • Calcifar dapat digunakan setelah atau bersama dengan makanan.
  • Calcifar tablet dapat dikonsumsi dengan cara dikunyah.
  • Gunakan obat Calcifar sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Jika tidak sengaja menggunakan obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan dengan dokter.

Petunjuk Penyimpanan Calcifar

Simpan obat Calcifar sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Calcifar yang harus diperhatikan:

  • Simpan suplemen Calcifar pada suhu ruangan.
  • Simpan suplemen Calcifar di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari suplemen Calcifar dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari suplemen Calcifar dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Calcifar

Penggunaan Calcifar sebagai suplemen relatif aman untuk dilakukan. Meskipun begitu, bukan berarti penggunaan Calcifar bebas dari efek samping. Efek samping Calcifar yang mungkin terjadi adalah seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Penurunan nafsu makan
  • Mulut kering
  • Sering haus
  • Konstipasi
  • Sering buang air kecil
  • Reaksi alergi

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan hentikan penggunaan obat.

Interaksi Obat Calcifar

Interaksi obat dapat terjadi ketika Calcifar digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan Calcifar:

  • Ceftriaxone
  • Antibiotik kuinolon
  • Antibiotik tetrasiklin
  • Bifosfonat
  • Calcipotriene
  • Dixogin
  • Diltiazem
  • Levothyroxine
  • Lithium
  • Sotalol
  • Verapamil
  • Obat diuretik
  • Estrogen
  • Obat tekanan darah tinggi jenis calcium channel blockers

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Calcifar untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Calcifar

Calcifar termasuk ke dalam kategori suplemen yang artinya masuk ke dalam jenis obat bebas yang penggunaannya tidak harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan suplemen Calcifar:

  • Jangan gunakan obat Calcifar pada pasien yang hipersensitif terhadap kalsium dan komponen lainnya yang terkandung dalam suplemen ini. Jika reaksi alergi terjadi, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan ke dokter untuk segera ditangani.
  • Jangan gunakan suplemen ini pada pasien yang memiliki kondisi hiperkalsemia (kadar kalsium tinggi dalam darah) dan hiperkalsiuria (kadar kalsium tinggi dalam urin).
  • Penggunaan suplemen ini pada wanita hamil dan ibu menyusui relatif aman. Meskipun begitu, sebaiknya tetap diskusikan dengan dokter tentang dosis dan petunjuk penggunaan suplemen yang sesuai.
  • Penggunaan pada anak-anak dan lansia juga sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter.
  • Hati-hati penggunaan suplemen ini apabila Anda memiliki kondisi seperti penyakit batu ginjal, asam lambung, penyakit jantung, penyakit pankreas, penyakit paru-paru, dan gangguan penyerapan nutrisi dari makanan.